Tips dan Motivasi Agar Semangat Untuk Menulis

Menulis, Motivasi

Tips dan motivasi dari Saya agar semangat untuk menulis

Menulis Ada Perintah Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Muslim)

Syari tentang menulis:

Ilmu adalah buruan, sedangkan tulisan adalah pengikat

Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Adalah sebuah kebodohan jika engkau berburu kijang

Lalu kau biarkan dia lepas pergi dengan hewan lainnya

Manusia itu tempatnya lupa maka maka menulis lah agar ilmu itu tidak hilang

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Seorang penuntut ilmu harus semangat dalam mengingat-ingat dan menghafalkan apa yang telah ia pelajari, baik dengan hafalan di dalam dada ataupun dengan menuliskannya. Sesungguhnya manusia adalah tempatnya lupa, maka jika dia tidak bersemangat untuk mengulang dan mereview pelajaran yang telah didapatkan, maka ilmu yang telah diraih bisa hilang sia-sia atau dia lupakan” (Kitaabul ‘Ilmi hal. 62)

Kisah Ulama dalam semangat untuk menulis

Catatlah walaupun di tembok!

Imam Asy Sya’bi rahimahullah pernah berkata, “Jika dirimu mendengar faidah ilmu, maka catatlah meskipun di tembok!” (Diriwayatkan oleh Khaitsamah, lihat Hilyah Thalibil ‘Ilmi hal. 53)

Nasehat seorang ustadz agar semangat untuk menulis

Jangan pelit untuk beli catatan, tapi jangan menyusahkan orang

Ustadz Yazid hafizhahullah memberikan nasihat yang bagus, “Seorang penuntut ilmu tidak boleh bakhil atau pelit untuk membeli buku tulis, ballpoint, kitab, dan berbagai sarana yang dapat membantunya untuk mendapatkan ilmu. Dalam memenuhi kebutuhannya itu dia tidak boleh bergantung kepada orang lain, tidak boleh meminta-minta, dan tidak boleh merepotkan orang lain, bahkan ia harus bersikap zuhuddan qana’ah” (Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga hal. 89)

Cara mencatat faidah ilmu

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah berkata, “Buatlah sebuah buku kumpulan faidah atau buku catatan untuk menulis faidah ilmu. Jika engkau memanfaatkan bagian belakang cover kitab untuk  mencatat faidah dari kitab tersebut, maka itu suatu hal yang baik. Lalu pindahlah catatanmu tadi ke buku catatanmu, urutkanlah sesuai dengan materinya, lalu cantumkanlah pokok bahasan, nama kitab, halaman, dan jilid kitab. Lalu tulislah di akhir catatanmu tadi : “Dinukil dari…” supaya tidak tercampur antara faidah yang dinukil dari kitab dan yang tidak dinukil dari kitab tersebut” (Diringkas dari Hilyah Thalibil ‘Ilmi hal. 52)

Orang akan dikenang dengan tulisannya, karyanya meskipun dia sudah tidak ada

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”

Inilah yang dapat saya tuliskan pada tulisan pertama di blog pribadi saya yang ketiga ini. Dan inilah alasan utama saya untuk membuat blog, yakni untuk mengikat buruan utama seorang penuntut ilmu, dia adalah ilmu syar’I dari Al Qur’an dan As Sunnah. Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply